Emang Boleh Semales Itu Baca Al-Qur’an?
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan petunjuk hidup yang menjadi cahaya bagi setiap langkah manusia. Namun di tengah kesibukan, gawai, dan rutinitas harian, tidak sedikit dari kita—termasuk anak-anak—yang mulai lalai, bahkan merasa malas untuk membacanya. Padahal, setiap huruf yang dilantunkan memiliki keutamaan luar biasa di sisi Allah SWT.
Foto ini merekam suasana penuh ketenangan saat adik-adik yatim binaan Yayasan Karya Yatim Indonesia (YKII) dengan khusyuk membaca Al-Qur’an. Dengan sarana yang sederhana dan bimbingan yang penuh kasih, mereka belajar mencintai kalam Allah sejak usia dini. Inilah ikhtiar kecil namun bermakna besar: menanamkan iman, adab, dan harapan melalui Al-Qur’an.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi orang-orang yang membacanya.”
(HR. Muslim No. 804)
Membaca Al-Qur’an tidak menunggu pandai, tidak menunggu waktu luang, dan tidak menunggu suasana sempurna. Ia dimulai dari niat, lalu dilanjutkan dengan kebiasaan. Ketika anak-anak yatim diberi kesempatan belajar Al-Qur’an secara rutin, sejatinya kita sedang membantu menyiapkan generasi yang kuat iman dan akhlaknya.
Melalui program pendidikan Al-Qur’an, YKII Peduli Anak Yatim berkomitmen mendampingi adik-adik yatim agar tetap dekat dengan Al-Qur’an, meski keterbatasan hidup tak pernah mereka pilih. Dukungan Anda—baik doa, perhatian, maupun donasi—adalah bagian dari amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Mari bersama, lawan rasa malas dengan amal. Hidupkan Al-Qur’an di hati kita dan di kehidupan anak-anak yatim Indonesia.